Saat Aku Jatuh Cinta Pada Lelaki Yang Tepat, Maka Kuputuskan Untuk Menjalinnya Dalam Sebuah Pernikahan Saja.
Terinspirasi dari sebuah kutipan sahabat yang dikirimkan lewat sms yang berisi :
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.
Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta …
Saat aku belum merasakan jatuh cinta akupun tak begitu memahami kutipan diatas, setelah bergulirnya waktu yang tak terasa begitu cepat akupun tak menyangka aku akan mengalami yang namanya jatuh cinta, sungguh luar biasa perasaan itu tak bisa terungkap jelas hanya dengan rangkaian kata – kata karena aku merasakannya di hati ini dan tuhan yang tau sedalam apa ku merasakan cinta.
Manusia manapun yang berada didunia ini pasti ingin hidup bahagia dengan mempunyai pasangan sejati dan memiliki keluarga yang dapat menentramkan jiwa. Itu semua sudah menjadi fitrah dari Alloh S.W.T yang telah lekat dengan kehidupan manusia di muka bumi ini. Sesuai dengan firman Alloh S.W.T :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
Tidak hanya untuk manusia Alloh S.W.T secara adil juga menciptakan semua mahluknya untuk hidup berpasang – pasangan. Karena Alloh S.W.T telah berfirman :
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
“Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡”(Qs. Yaa Siin (36) : 36).
Namun karena manusia adalah makhluk ciptaan Alloh S.W.T yang paling tinggi derajatnya diantara makhluk –makhluk ciptaannya yang lain, dan manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini maka Al Quranpun telah memberikan pedoman khusus bagi kelangsungan kehidupan manusia yang berbeda dari makhluk – makhluk ciptaannya yang lain. Sesuai dengan fitrahnya agar manusia terpelihara keturunannya maka Alloh S.W.T berfirman :
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
Selain tercantum dalam Alquran anjuran menikahpun dikuatkan dengan beberapa hadits dibawah ini
Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya’la dan Thabrani).
Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Dari sekian lamanya pencarian, pemantapan diri, menunggu dan terus berdoa meminta pilihan yang terbaik, saat cinta berbalas cinta yang hanya datang dari ketulusan hati dan mempunyai niat menuju kebaikan atas semua jalan dan kuasa dari Alloh cintapun akan terjalin dalam ikatan yang suci sehingga terbentuk keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta kebahagian lahir dan batin di dunia maupun di akhirat. Dan bagi yang belum mencapai kesuksesan tersebut sabar dan tawakal adalah kuncinya karena Alloh maha tahu apa yang terbaik bagi setiap hambanya yang selalu bersyukur serta berserah diri.